Batik Cirebon – Corak Mataraman dan Jepara Pengaruhi Batik Tegal

Batik Cirebon – Paguyuban Penggemar Batik Indonesia ‘Sekar Jagad’ Yogyakarta mengadakan pameran, bazaar, peragaan baju serta talkshow bertopik ‘Batik Catat Khas Tegal’ di Pendapa Wisma Kagama UGM Yogyakarta, Sabtu (28/3/2015). Pameran itu untuk mempromosikan Batik Catat Tegal pada orang-orang yang coraknya banyak di pengaruhi motif-motif batik Yogyakarta (Corak Mataraman). Acara itu di hadiri deretan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tegal termasuk juga Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno.

“Dampak batik Yogya pada corak batik Tegal benar-benar sangat kuat, ” kata Ketua Umum Sekar Jagad Ir Dra Larasati Suliantoro Sulaiman disela aktivitas.

Batik Cirebon – Menurut Bu Suli sapaan akrab Larasati Suliantoro, histori perubahan batik Tegal sangat panjang. Dampak batik corak Mataraman masuk ke Tegal waktu Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Kraton Kasunanan Surakarta dalam pelariannya menyusuri pantai utara Jawa serta menetap lama di Tega Arum (Tegal). Sesudah Amangkurat I wafat, batik Mataram yang dibawanya selalu berkembang berbaur dengan corak pesisiran dari Tegal.

Disebutkan, macam hias batik Tegal lebih merdeka dengan muncunya warna hijau. Hal tersebut yang membedakan motif batik Tegal dengan batik Yogya, Pekalongan, Brebes ataupun Kebumen. ” Batik Tegal memiliki corak yang sangatlah khas serta itu tidak sama dengan corak dari daerah lain, ” tuturnya. Dalam peluang itu Larasati mengenalkan karya batik motif Tegal yang dinamakan Batik motif ‘Sekar Yos Sudarso’. Motif batik ini melukiskan potensi yang dipunyai Tegal yaitu maritim, pelabuhan, ikan, perahu, melati dan patung Yos Sudarso. ” Motif ‘Sekar Yos Sudarso’ ini motif bebas tetapi ada maknanya, ‘ tuturnya.

Batik Cirebon – Bunda Sitha sapaan akrab Siti Masitha Soeparno menyampaikan, Tegal sesungguhnya memiliki banyak corak batik catat unik yang disebut kombinasi pada corak Mataram, Jepara serta Pesisiran. Cuma saja, belum banyak dikenal dikancah batik nasional, lantaran belum optimalnya produksi dan sosialisasi. Karenanya, mulai sejak 11 th. waktu lalu, Pemkot Tegal memiliki komitmen mengangkat batik catat khas Tegal lewat 8 program promosi. ” Satu diantaranya mewajibkan semua PNS, pegawai BUMD, BUMN serja perbankan untuk kenakan batik catat khas tegal satu hari dalam 1 minggu, ” tuturnya.

Menurut Bundha Sitha, terkecuali di pengaruhi corak mataraman yang dibawa Amangkurat I, batik Tegal juga di pengaruhi corak Jepara yang dibawa RA Kartinah (adik RA Kartini) yang disebut istri Bupati Tegal RM Sajitno Reksonegoro IX. Lewat sistem peleburan budaya itu corak batik Tegal jadi sangatlah unik, ekspresif serta dekoratif. ” Corak Batik Tegal adalah kombinasi dari tiga unsur yaitu corak Mataraman yang ‘njlimet’ serta filosofis, corak Jepara yang lugas serta dekoratif dan corak lokal pesisiran, ” tuturnya. Motif-motif Batik Tegal anara lain, motif tapak kebo, parang angkik, beras mawur, timbar bolong, sawudren, gribigan, semut runtung dan sebagainya.

Untuk lebih meningkatkan batik khas Tegal, Pemkot Tegal perbanyak lomba design batik serta pagelaran batik, kursus membatik, pemberian penghargaan untuk pakar batik dan buka akses berhimpun dengan paguyuban penggemar batik seperti Sekar Jagad. Pemkot Tegal juga bekerja bersama dengan PT KAI membatik gerbong KA Tegal Bahari. ” Kita selalu kerjakan sosialisasi untuk mengangkat batik catat khas Tegal, ” tuturnya. ( Batik Cirebon )