batik-cirebon-tulis-kombinasi-printingBatik Cirebon-Batik Bercita Rasa Serat Tumbuhan dari Pekalongan Batik Cirebon.Anda bosan dengan batik yang itu-itu saja. Tak ada salahnya Anda melirik koleksi batik terbaru dari Pekalongan, Jawa Tengah satu ini.

Pembatik Romi Oktabirawa baru saja mengembangkan batik dengan memanfaatkan media baru.

Ia menciptakan koleksi batik dengan memanfaatkan bahan serat berasal dari tumbuhan – menggunakan teknologi terbaru sebagai upaya mengurangi ketergantungan perajin batik setempat menggunakan rayon, katun, dan sutra.

Batik Cirebon “Koleksi batik dengan menggunakan serat tumbuhan ini, rencananya akan kami tampilkan pada ‘Jogja Fashion Week’, 6 – 7 Juli 2013,” kata Ketua Presiden Komisaris Gabungan Koperasi Batik Indonesia itu, Minggu (30/6), di Pekalongan.

Batik Cirebon Di event tersebutlah, ia menampilkan dua jenis tema batik rancangan terbarunya, yaitu ‘A play with tencel’ dan ‘The glory of tencel’.

Menurut Romi, rancangan bertema ‘play with tencel’ adalah koleksi batik untuk pria urban yang banyak beraktivitas. Sedangkan rancangan batik tema ‘The glory of tencel’, ditujukan pada kaum perempuan perkotaan.

Menurut Romi, batik kain serat baru ini memiliki kelebihan bisa mendinginkan ketika dipakai pada cuaca panas, tapi mampu menghangatkan saat dikenakan di ruang dingin.

Kain serat sendiri berasal dari tumbuhan. Ia akan memproduksinya di PT Primateks sebagai upaya mengurangi ketergantungan perajin batik Indonesia mengimpor katun, sutera, dan rayon dari negara lain.

“Selama ini, perajin batik masih mengandalkan impor bahan rayon, sutera, dan katun dari Amerika Serikat dan China. Tapi, ketergantungan pembatik ini dapat dialihkan dengan menggunakan bahan serat baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” tutur Romi Batik Cirebon.

Batik Cirebon Romi mengaku, keputusan bereksperimen membatik dengan serat baru ini juga berawal adanya tawaran Toyoshima Indonesia.

“Eksperimen membatik di atas kain serat baru atau ‘tancel’ ini luar biasa. Saya seperti belajar membatik lagi dari berbagai macam serat,” ujar peraih ‘Seal of Excelence Awards for Handicraft’ dari UNESCO ini.